Kamis, 24 Maret 2011

ADU BAGONG - PERTARUNGAN ANJING vs BABI HUTAN

Adu Bagong atau dalam bahasa Sunda lebih dikenal dengan 'Ngadu Bagong' adalah pertarungan antara seekor anjing dengan seekor babi hutan. Di beberapa daerah di Jawa barat, seperti di Cikalong, Cianjur, Sumedang dan Majalengka Jawa Barat, Adu Bagong sudah seperti tradisi. Pertarungan hidup mati antara babi dan anjing ini belum ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi dari tanah sunda ini mulai, ada yang menyebutkan sudah ada sejak sekitar tahun 1960-an. Berawal dari keluhan masyarakat sekitar yang perkebunannya rusak akibat hama babi hutan, wargapun menggelar perburuan dengan bantuan kawanan anjing. Atas pengalaman itu, masyarakat menjadi terbiasa melihat perkelahian antara anjing dan babi hutan. Kebiasan ini akhirnya membawa pertandingan itu ke dalam arena khusus. Konon di arena ini ada pula yang mengatakan adu bagong bahkan dilakukan antara babi dengan pendekar jawara. 
 
Sebelum adu bagong dilakukan, pemilik anjing harus mendaftarkan anjingnya untuk bertarung dengan bagong kepada panitia (si empu bagong & arena adu bagong) untuk mengambil undian. Setelah undian dan pembayaran berdasarkan nomor urut telah dilakukan, maka anjing satu persatu diturunkan ke dalam arena untuk bertarung melawan bagong. Tentunya berdasarkan nomor urut. Anjing yang sudah saatnya untuk bertarung dibawa oleh pemiliknya atau “pengasuhnya” ke dalam arena dengan cara menarik tali kekangnya atau menggendongnya. Begitu dilepas, anjing pun berlari ke arah bagong dan terjadilah pertarungan yang sengit antara anjing dan bagong.

Pertarungan itu sendiri biasanya dibatasi dalam 8 atau 10 menit. Dalam waktu yang ditentukan itu, seokor anjing harus dapat menggigit moncong, kuduk, kuping, leher, atau kaki bagong. Ketika seekor anjing telah mengunci berarti menang. Anjing yang dalam waktu 10 menit ini belum berhasil mengunci akan segera dikeluarkan dari arena dan digantikan dengan anjing berikutnya. Adu Bagong juga merupakan ajang menunjukkan gengsi diantara para pemilik anjing. Bila anjing mereka mampu menaklukkan babi, harga anjing akan naik. Selain itu, kebanggaan sang pemilik pun bertambah karena penonton akan memuji anjingnya.


Untuk memisahkan pertarungan antara bagong dan anjing, terutama pada saat anjing telah berhasil mengigit, diperlukan tidak hanya keberanian dan pengalaman, tetapi juga keahlian khusus. Penglepasan bagong dari gigitan anjing aduan dapat dilakukan dengan peralatan dan cara-cara sebagai berikut.

A. Menggunakan Kayu Pencongkel

Begitu anjing yang berhasil menggigit bagian tubuh bagong, maka para petugas yang ada di dalam arena segera mengambil kayu-kayu pencongkel yang tergeletak begitu saja di areal arena, lalu berlarian ke arah anjing yang sedang mempertahankan gigitannya. Kayu pencongkel yang bagian ujungnya berbentuk pipih itu dimasukkan ke sela-sela gigi anjing, tepatnya di antara deretan gigi atas dan gigi bawah anjing. Kemudian, pencongkel itu digerakkan sedemikian rupa sehingga antara deretan gigi atas dan bawah menjadi renggang.

B. Diguyur Air
Walaupun kayu pencongkel sudah diselipkan diantara gigi-gigi anjing dan bagong, terkadang anjing belum juga mau melepaskan gigitannya. Jika ini terjadi, maka diperlukan tambahan cara yang lain, yaitu air. Bagian muka anjing, khususnya mulut dan hidungnya, disiram dengan air. Penyiraman yang menggunakan ember plastik itu dilakukan beberapa kali. Maksudnya adalah agar pernafasan anjing terhambar (sesak), sehingga secara otomatis mulutnya yang mengatup itu akan terbuka. Dan, dengan terbukanya mulut anjing berarti bagong terlepas dari gigitannya. 

Usai sudah Adu Bagong. Kepuasan nampak tergambar di wajah para pemilik anjing. Anjing– anjing itu segera mereka bawa pulang, untuk dipersiapkan kembali menghadapi pertandingan serupa di lain hari. Namun tak dipungkiri juga kekecewaan atau rasa sedih menghinggapi pemilik anjing yang terluka karena gigitan dari taring babi hutan, yang mengakibatkan anjingnya terluka. Maka dari itu pemilik anjing juga harus siap dengan peralatan medis untuk operasi kecil mengobati anjingnya, baik luka gores, sobek, sampai bolong di beberapa bagian tubuh anjing. Tapi bukan berarti anjing yang terkena gigitan taring babi hutan itu anjing jelek, namun anjing yang kurang beruntung.



1 komentar: